Cikal bakal berdirinya STPK St. Yohanes Rasul Jayapura dimulai dengan PGAK St. Stefanus pada tahun 1979. Pendiriaan PGAK ini didorong oleh adanya kebutuhan tenaga pengajar pendidikan agama Katolik pada sekolah-sekolah di Papua.

Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan dan tuntutan Pemerintah terhadap profesionalitas tenaga pendidik, maka pada tahun 1990 PGAK ditutup dan diusahakan program pendidikan setara diploma. Untuk mendukung usaha ini, Dirjen Bimas Katolik mengeluarkan surat keputusan no. G/PP.00.09/1124/1990, Tentang Izin Bagi IPI Malang Filial di Jayapura. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan SK Rektor Institut Pastoral Indonesia No. 07 tahun 1990, no. MLG-01/SK/Dip/ IPI/VIII/1990, tanggal 8 Agustus 1990. Berdasarkan surat dari Dirjen Bimas Katolik dan Rektor IPI malang itu, bapak Uskup Jayapura, Mgr. Herman Munninghof OFM, mengeluarkan SK No. 542/US/skr/1991 Tentang Pendirian IPI Malang Filial Jayapura Program D2/D3 di Waena, Keuskupan Jayapura.

Tahun 2003 Pemerintah RI mensahkan UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan kemudian UU no. 24 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyesuaikan tuntutan baru ini, STP-IPI Malang Filial Jayapura berbenah diri untuk memulai program S1. Pada tanggal 28 Oktober 2006 Bapak Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar OFM mengeluarkan SK No. 272/2007/1.7.7 tentang Pembentukkan Tim Kajian. Tim ini bertugas mempelajari sekaligus juga menyiapkan segala hal yang dibutuhkan bagi pembukaan Program Studi Strata-1. Setelah semuanya siap, pada tanggal 11 Juni 2007, Bapak Uskup mengeluarkan SK no. 153/2007/1.7.7 tentang pendirian STPK ST. Yohanes Rasul.

Pemerintah Daerah, dalam hal ini Kanwil Bimas Katolik Kementrian Agama RI Provinsi Papua, memberikan dukungan karena masih banyak tenaga guru Agama Katolik yang pendidikannya setara diploma. Departemen Agama, RI kemudian mengeluarkan SK Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI No. DJ.IV/MK.005/97 pada tanggal 21 Agustus 2007 tentang Izin Operasional Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Yohanes Rasul Jayapura. Akhirnya pada tanggal 06 September 2007 diresmikanlah Program Strata Satu Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Jayapura, oleh Dirjen Bimas Katolik, Drs. Stef Agus.

Akhirnya, untuk memenuhi tuntutan Pemerintah tentang badan penyelenggara Perguruan TInggi, maka Keuskupan Jayapura sebagai pendiri dan pemilik STPK mendirikan Yayasan Lumen Fidei.

Visi Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Yohanes Rasul Jayapura yaitu:

Terbentuknya katekis pastoral yang Injili, berdedikasi, peka terhadap tanda-tanda zaman, mampu menerjemahkan Injil sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat demi terwujudnya Gereja sebagai persekutuan umat mandiri yang misioner.

Misi Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Yohanes Rasul Jayapura:

  1. Mendidik mahasiswa untuk menjadi guru agama yang terampil dan profesional mengajar agama di SD, SMP DAN SMA/SMK.
  2. Mendidik mahasiswsa untuk menjadi tenaga katekis pastoral yang setia pada Kitab Suci dan ajaran Gereja
  3. Mendidik mahasiswa untuk menjadi katetis pastoral yang peka akan situasi umat dan penuh semangat dalam mewartakan Injil Tuhan.
  4. Mendidik mahasiswa untuk menjadi tenaga Katekis Pastoral yang mampu mendampingi dan menggerakan komunitas basis gerejawi menjadi suatu komunitas mandiri yang misioner.

Tujuan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Yohanes Rasul Jayapura :

  1. Meningkatnya mutu lulusan sesuai dengan perkembangan Gereja dan masyarakat;
  2. Terwujudnya suasana kehidupan kampus yang sejuk dan harmonis, yang mendorong semangat belajar dan berkarya yang berkelanjutan bagi sivitas akademika dan pegawai berdasarkan pada penegakan etika dan norma hukum;
  3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas hasil penelitian di bidang pendidikan, pastoral dan kateketik dan
  4. Terwujudnya STPK sebagai dapur evangelisasi bagi keuskupan Jayapura.

STPK St. Yohanes Rasul Jayapura merupakan lembaga pendidikan tinggi  yang mendidik guru agama Katolik dan pelayan pastoral awam untuk melayani kepentingan masyarakat Katolik Papua dan terbuka juga bagi masyarakat Katolik Indonesia yang berasal dari luar Papua untuk ikut belajar di sekolah ini.

LOGO

Logo STPK sebagai berikut:

Arti Logo:

  • Salib: Katekis dipilih Tuhan untuk mewartakan Yesus Kristusyang dengan penuh kasih pengurbanan menyelamatkan umat manusia.
  • Kitab Suci: Adalah dasar seluruh pewartaan.
  • Peta Papua: STPK St. Yohanes Rasul berdiri diatas bumi Papua, maka STPK St. Yohanes Rasul akan menimba dan belajar dari pengalaman religius masyarakat Papua.
  • Globe: Kendati STPK St. Yohanes Rasul berdiri diatas bumi Papua, namun harus menyadari bahwa dirinya juga anggota masyarakat dunia sekaligus menyadari akan panggilan mewartakan Injil sampai ujung dunia.
  • Lidah api: Lambang Roh Kudus.
  • Lima helai bunga: STPK St. Yohanes Rasul sebagai bagian masyarakat Indonesia tetap menjunjung tinggi dasar negara Pancasila.

Makna Warna:

  1. Warna dasar biru tua pada dasar melambangkan kesederhanaan, kerendahan hati.
  2. Warna hitam pada tulisan, helai bunga segi lima dan globe dunia melambangkan semangat berkorban dan kesetiaan mewartakan Injil di tengah dunia.
  3. Warna merah pada api melambangkan Roh Kudus yang memberikan semangat dan keberanian untuk mewartakan Injil.
  4. Warna hijau pada peta Papua melambangkan harapan akan suburnya Injil di tanah Papua

Identitas

Nama Prodi :  Pendidikan Keagamaan Katolik
SK Pendirian :  Keputusan Uskup Jayapura no. 153/2007/1.7.7
SK Ijin Operasional :  Keputusan Dirjen Bimas Katolik no. DJ.IV/Hk.00.5/62/2012
SK Akreditasi BAN :  Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi no 176/SK/BAN-PT/Akred/S/2014
Jenis Pendidikan :  Akademik
Jenjang Pendidikan :  Sarjana Strata-Satu
Gelar :  Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Masa Studi :  4 – 7 tahun

Visi dan Misi Program Studi

Visi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Santo Yohanes Rasul Jayapura ialah

Menjadi Program Studi yang membentuk tenaga pendidik agama Katolik yang mahardika, mandiri, dan misioner

Misi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Santo Yohanes Rasul Jayapura ialah

Prodi PKK berasaskan kemahardikaan, kemandirian dan misioner:

  1. Menyelenggarakan pendidikan agama katolik berdasarkan kitab suci dan ajaran Gereja, 

  2. Melaksanakan penelitian di bidang pendidikan agama katolik

  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakan untuk mengamalkan ilmu pendidikan agama katolik

Profil Lulusan

NO PROFIL DESKRIPSI
1 Pendidik Pendidikan Agama Katolik Menjadi pendidik agama Katolik yang berkarakter injili dan eklesial, berpengetahuan luas di bidang pendidikan agama Katolik, dan mampu menerapkan teori-teori pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
2 Peneliti dan Penulis bidang Pendidikan Agama Katolik Menjadi peneliti  yang beretika dan mampu menghasilkan produk-produk penelitian: artikel ilmiah, opini, inovasi pembelajaran yang relevan dalam bidang pendidikan agama Katolik dan karya misi.
3 Penyuluh dan Wirausaha Menjadi penyuluh agama Katolik di instansi pemerintah dan masyarakat serta menjadi wirausahawan yang kreatif, edukatif dalam bidang usaha produktif