Partisipasi Umat dalam Ibadat KBG: Skripsi Elisabet Deran Sorot Rendahnya Keterlibatan Umat di Paroki APO

Jayapura, 31 Juli 2026 – Sebuah langkah penting dalam perjalanan akademik Elisabet Deran, mahasiswi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul Jayapura, telah terlampaui. Pada Jumat (31/7), bertempat di Ruang A kampus setempat, Elisabet sukses mempertahankan karya tulis akhirnya yang mengangkat isu partisipasi umat dalam ibadat di komunitas basis. Ujian berlangsung pada pukul 11.00–12.00 WIT dengan suasana yang khusyuk.

Di hadapan dewan penguji yang dipimpin oleh Dr. Evaristus Silitubun, SS, M.Pd., selaku penguji utama, Elisabet memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Partisipasi Umat dalam Mengikuti Ibadat di KBG St. Maria Bunda Allah Paroki St. Fransiskus Asisi APO Keuskupan Jayapura.” Turut hadir sebagai penguji I sekaligus pembimbing 2 , Karolina YK Kiriwaib, S.Ag, M.Pd., dan penguji II, , yang juga bertindak sebagai dosen pembimbing 1 Dra. Berlinda Renwarin, M.Th . Kehadiran kedua dosen pembimbing yang turut menguji langsung menambah kekhidmatan jalannya sidang.

Karya yang ditulis Elisabet lahir dari kegelisahannya melihat realitas rendahnya keterlibatan umat dalam ibadat di KBG St. Maria Bunda Allah. Di sana, ia menemukan bahwa dari total 68 jiwa umat yang terdaftar, hanya sekitar 15 hingga 20 orang yang hadir secara rutin dalam setiap ibadat, sementara lebih dari 70% umat tidak hadir. Dari sinilah Elisabet ingin menggali lebih dalam, faktor-faktor apa yang menyebabkan rendahnya partisipasi, dampaknya terhadap kehidupan iman umat, serta strategi apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya.

Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, Elisabet melibatkan penggerak KBG dan umat sebagai informan. Hasil penelitiannya cukup menarik: rendahnya partisipasi umat disebabkan oleh dua kelompok faktor. Faktor eksternal yang paling dominan adalah kesibukan pekerjaan dan kelelahan fisik akibat aktivitas harian, sebagaimana dialami oleh hampir seluruh informan yang bekerja dari pagi hingga sore atau malam hari. Faktor internal mencakup rendahnya kesadaran iman dan motivasi umat, yang antara lain ditunjukkan oleh adanya umat yang hadir hanya untuk kepentingan administratif seperti meminta surat keterangan untuk pernikahan. Selain itu, kurangnya komunikasi dan informasi mengenai waktu serta tempat pelaksanaan ibadat turut menjadi penghambat partisipasi umat.

“Kondisi ini menurut saya penting untuk mendapat perhatian serius dari para penggerak KBG dan tim pastoral paroki. Partisipasi dalam ibadat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga fondasi bagi umat untuk tumbuh sehat secara rohani dan membangun persaudaraan yang kokoh,” ujar Elisabet saat memaparkan kesimpulan penelitiannya.

Tidak berhenti pada identifikasi masalah, Elisabet juga menelusuri dampak dari rendahnya partisipasi umat, yaitu melemahnya semangat persaudaraan karena berkurangnya kesempatan umat untuk saling mengenal dan menguatkan dalam dimensi iman, menurunnya penghayatan iman umat akibat berkurangnya keterlibatan dalam doa dan permenungan Sabda Allah secara bersama, serta menumpuknya beban pelayanan pada segelintir umat tertentu yang berisiko menimbulkan kelelahan pelayanan (burnout) dan tidak meratanya distribusi tanggung jawab dalam komunitas.

Di akhir ujian, Elisabet dinyatakan lulus dengan perbaikan. Kini, tanggung jawab moral pun menanti: bagaimana hasil penelitian ini bisa menjadi titik tolak bagi para penggerak KBG, tim pastoral, dan dewan paroki untuk merancang strategi yang lebih efektif, seperti pendekatan personal kepada umat melalui ajakan dan kunjungan yang dilakukan secara rutin dan terstruktur, pembinaan dan pendampingan liturgi sederhana agar umat lebih percaya diri dalam mengambil peran pelayanan, serta penyesuaian jadwal ibadat melalui musyawarah bersama umat agar waktu pelaksanaan ibadat lebih akomodatif terhadap ritme kerja dan kehidupan umat sehari-hari. Sebab, di balik angka-angka itu, ada nama-nama, umat beriman yang sedang berjuang untuk menghidupi panggilannya sebagai persekutuan umat Allah di tengah kesibukan dunia.

 

 

Penulis : Evans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *