Wati, A. (2014). Peran Orangtua dalam Pendidikan Iman Anak Usia 7-12 Tahun di Stasi St. Petrus, Arso VIII

Abstrak:

Peran merupakan bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan seseorang. Pola penilaian yang diharapkan dapat menyertai suatu status, dan bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok. Orangtua diharapkan untuk berperan dalam kehidupan di keluarga, terlebih dalam hal mendidik iman anak-anak mereka. Orangtua yang dimaksud ialah ayah dan ibu yang merupakan dua individu yang berbeda danmemasuki hidup bersama dengan membawa pandangan, pendapat dan kebiasaan sehari-hari. kenyataan yang ada bahwa orang tua kurang berperan dalam mendidik iman anak-anak mereka. Faktor-faktor yangmempengaruhi atau menghambat terjadinya proses pendidikan iman bagi anak serta faktor pendukung. Untuk penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang artinya bahwa situasi yang terjadi di lapangan digambarkan secara nyata dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara dan observasi. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan bahwa peran atau keterlibatan orangtua dalam proses pendidikan iman bagi anak-anak, seperti mengajarkan doa-doa pokok, menghantarkan anak ke BIA, dan sebagainya masih sangat kurang dan tidak berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesibukan orangtua dalam hal bekerja atau mencari nafkah sehingga waktu untuk berkumpul bersama anak dalam keluarga sangatlah singkat. Hal seperti ini perlu diperhatikan orangtua sebab hal mendidik iman anak juga sanatlah penting demi membentuk karakter anak, sehingga kelak anak dapa t menjadi orang yang berguna baik di dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.

 

[button-blue url=”http://stpk-jayapura.ac.id/skripsi/DI-ISI-NAMA-FILE-PDF.PDF” target=”_self” position=”left”]Unduh Skripsi[/button-blue]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *