SENTANI – Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul Jayapura menggelar Ujian Karya Tulis Akhir pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 09.00 – 10.00 WIT, di Kampus STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura. Pada kesempatan tersebut, mahasiswi Yosefa Leki resmi mempertanggung jawabkan karya tulis akhirnya yang berjudul “Analisis Keterlibatan Umat dalam Membangun Persekutuan di Komunitas Basis Gerejawi Santo Fulgentius Paroki Sang Penebus Sentani.”
Ujian Karya Tulis Akhir ini dipimpin oleh Dr. Drs. Paulus Satyo Istandar Tan, M.Th., selaku Dosen Penguji Utama, dengan tim penguji yang terdiri atas Karolina Y.K. Kiriwaib, S.Ag., M.Pd., dan Dra. Berlinda Renwarin, M.Th. Keberhasilan Yosefa Leki dalam menyelesaikan dan mempertanggung jawabkan karya tulis akhirnya tidak terlepas dari pendampingan Dra. Berlinda Renwarin, M.Th., selaku dosen pembimbing I dan Karolina Y.K. Kiriwaib, S.Ag., M.Pd., selaku dosen pembimbing II.
Dalam karya tulis akhirnya, Yosefa mengangkat dinamika kehidupan menggereja di tingkat akar rumput dengan fokus pada keterlibatan umat dalam membangun persekutuan di Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Santo Fulgentius. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berjenjangnya keterlibatan umat, di mana sebagian anggota terlibat aktif, sebagian lainnya tidak konsisten, dan bahkan ada yang tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan komunitas.
“Penelitian ini menemukan bahwa tingkat keterlibatan umat bersifat berjenjang, mulai dari yang aktif mengambil peran pelayanan hingga yang hanya hadir sesekali. Faktor pendukung utama adalah motivasi spiritual dan strategi penggerak, sementara faktor penghambatnya meliputi kesibukan pekerjaan, kondisi ekonomi, dan keterbatasan akses informasi,” ungkap Yosefa dalam presentasi akhirnya.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian Yosefa mengungkap bahwa penggerak KBG telah melakukan berbagai upaya seperti kunjungan personal, penjadwalan ibadah bergilir, dan kaderisasi kepemimpinan untuk merangkul umat yang kurang aktif. Namun, kendala struktural seperti status perkawinan yang belum sah secara Gerejawi dan rasa minder akibat kesenjangan ekonomi masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Penelitian ini diharapkan menjadi bahan refleksi pastoral bagi penggerak dan umat KBG Santo Fulgentius, serta memberikan sumbangan pemikiran bagi Paroki Sang Penebus Sentani dan STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura dalam merumuskan program pembinaan umat yang lebih efektif dan kontekstual di tanah Papua.
Dalam sidang tersebut, Yosefa Leki dinyatakan lulus dengan perbaikan. Dengan karya tulis ini, diharapkan semakin banyak lahir kajian-kajian pastoral yang peka terhadap dinamika sosial dan budaya umat di tingkat komunitas basis, sehingga Gereja semakin hadir dan relevan dalam kehidupan umatnya.
Penulis : Evans

Terbaik selamat untuk Sdr. Yosefa untuk ujiannya