Dari Teori ke Aksi: Skripsi Lusiana Wamu Bahas Gerakan Lingkungan Berbasis Laudato Si’ di STPK Jayapura

JAYAPURA – Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul Jayapura menggelar Ujian Karya Tulis Akhir pada Rabu, 29 Juli 2026, Pukul 08.00-09.00 WIT di Kampus STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura. Pada kesempatan tersebut, mahasiswi Lusiana Wamu resmi mempertanggung jawabkan karya tulis akhirnya yang berjudul “Dari Teori ke Aksi: Membangun Kesadaran Ekologis Mahasiswa STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura melalui Gerakan Lingkungan Berbasis Laudato Si’.”

Ujian Karya Tulis Akhir ini dipimpin oleh Dr. Drs. Paulus Satyo Istandar Tan, M.Th., selaku Ketua STPK, dengan tim penguji yang terdiri atas Dr. Evaristus Silitubun, SS., M.Pd dan  Dra. Berlinda Renwarin, M.Th. Keberhasilan Lusiana Wamu dalam menyelesaikan dan mempertanggung jawabkan karya tulis akhirnya  tidak terlepas dari pendampingan Dr. Drs. Paulus Satyo Istandar Tan, M.Th., selaku dosen pembimbing I dan Dr. Evaristus Silitubun, SS., M.Pd., selaku dosen pembimbing pendamping.

Dalam karya tulis akhirnya, Lusiana mengangkat isu krisis ekologis yang mendesak dan mengkaji implementasi ajaran Laudato Si’ di kalangan mahasiswa STPK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara pemahaman teoritis mahasiswa tentang ekologi integral dan praktik nyata di lingkungan kampus.

“Melalui penelitian ini, saya menemukan bahwa mahasiswa sudah memiliki pemahaman kognitif yang baik tentang ekologi integral, namun masih ada inkonsistensi dalam praktik sehari-hari. Karena itu, perlu ada model gerakan lingkungan kampus yang memadukan tiga dimensi: penyadaran, aksi nyata, dan refleksi teologis,” ungkap Lusiana dalam presentasi akhirnya.

Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian Lusiana merumuskan model gerakan lingkungan berbasis Laudato Si’ yang terintegrasi dalam dimensi kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Model ini diharapkan menjadi panduan bagi STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura dalam membangun kesadaran ekologis mahasiswa yang berkelanjutan, sekaligus sebagai bahan evaluasi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran.

Dalam sidang tersebut, Lusiana Wamu dinyatakan lulus dengan perbaikan. Dengan tulisan Lusiana ini,  STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura diharapkan mampu menjadi pelopor pertobatan ekologis di tengah umat, khususnya di Tanah Papua yang kaya biodiversitas namun rentan terhadap eksploitasi.

Penulis : Evans

Dok. STPK 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *