Seminar KKN Angkatan Ke-7


Pada hari selasa 21 februari 2017, para dosen serta mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Jayapura, melaksanakan perkuliahan hanya jam mata kuliah pertama, sebab keluarga besar STPK ini tidak sabar untuk mendengarkan pengalaman-pengalaman yang dialami oleh kakak-kakak tingkat IV yang baru dua minggu lalu  pulang dari tempat  Kuliah Karya Nyata (KKN) di paroki Santa Klara Tajah-Lereh melalui seminar KKN.

Kegiatan seminar KKN mulai jam 09:30 WIT, berlangsung di aula lantai 3 STPK, dibuka dengan lagu kebanggan keluarga besar STPK “MARS STPK” Sekaligus doa pembukaan yang dipimpin langsung oleh saudari Salomina Kayaman dari tingkat II. Seminar KKN ini tidak terlepas dari kehidupan mahasiswa-mahasiswi STPK, karena ini bagian terpenting dari mahasiswa-mahasiswi STPK,sebab melalui inilah mereka berbagi pengalaman kepada kami yang lain bagaimana mereka hadapi orang-orang yang baru saja mereka kenal, menyesuaikan diri di tempat yang baru saja mereka bergabung, dan lain-lain. Tujuan dari seminar KKN ini adalah menyadarkan kami bahwa masuk STPK adalah panggilan yang mulia karena kami di panggil menjadi Garam dan Terang bagi orang lain di tempat kami di utus nanti.

Seminar KKN ini di bagi dalam dua kelompok besar sesuai dengan wilayah yang dIbagi yakni, wilayah SP dan wilayah SINAR MAS. Walaupun seminar ini di bagi dalam dua kelompok tetapi pengalaman mereka hampir sama dan seru, hmhmh tidak perlu di tanyakan soal itu, karena pada umumnya mahasiswa-mahasiswi STPK menuju tujuan yang sama yaitu menjadi guru Agama yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas panggilannya. Dari pengalaman tersebut,kelompok KKN menyimpulkan sesuai dengan apa yang mereka rasa, apa yang mereka alami serta apa yang mereka dapat selama KKN di paroki St Klara Taja-Lereh sebagai berikut:

  • Segala pengalaman dan pergumulan yang kami alami dan rasakan itu semua menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga bagi kami ketika kami bertugas di mana kami di tugaskan.
  • Sebagai langkah awal bagi kami untuk menyelesaikan tugas selanjutnya, karena dengan menjalani KKN kami dapat mengenal medan serta situasi dankeberadaan umat, dalam berpastoral di paroki St Klara Tajah-Lereh.
  • Membentuk serta menambah kematangan mental dan kepribadian kami sebagai calon petugas pastoral atau guru Agama.
  • Menjadikan kami sebagai seorang yang sadar dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan.
  • Kamipun belajar menyesuaikan diri dengan tempat dan kondisi umat setempat, di mana kami baru mengalaminya.

Kelompok KKN ini tidak ketinggalan untuk memberikan saran kepada lembaga untuk di pertimbangkan oleh pihak kampus yaitu:

  • Masa KKN dapat lebih lama lagi tidak hanya dua bulan, kalau boleh ditahun-tahun mendatang mungkin dapat diperpanjang misalkan 3 bulan. Adapun alasan kami atas saran yang kami berikan, bahwa tiga minggu awal adalah masa perkenalan dengan umat setempat maka tidak ada waktu yang cukup untuk kami benar-benar merasakan keadaan setempat.

Setelah kami puas mendengarkan semua pengalaman-pengalaman yang dialami oleh kakak-kakak tingkat IV, adapun sambutan-sambutan  dari ketua STPK, Koordinator  KKN dan Pastor paroki Tejah-Lereh. Sambutan yang pertama di sampaikan oleh P. Agon selaku ketua STPK, dalam sambutannya, Beliau mengatakan dua hal yang tidak terlepas dari saran dan pengalaman kelompok KKN. Yang pertama saran dari kelompok KKN di terima karena alasan yang tepat maka di tahun mendatang kami para dosen akan mempertimbangkan sebaik mungkin, yang kedua dilihat dari pengalaman kelompok KKN kami juga akan mempertimbangkan untuk mengadakan ekstrakulikuler bagi mahasiswa-mahasiswi di bidang liturgy. Sambutan yang berikut disampaikan oleh coordinator KKN, Bapak Evaristus Silitubun bahwa, beliau senang dan bersyukur karena 11 yang pergi dan 11 yang pulang dari tempat KKN dalam keadaan sehat walafiat, walaupun awalnya kelompok KKN ini mengeluh tentang tempat KKN mereka.

Sambutan yang terakhir di sampaikan oleh P. Hironimus Lebi OFM, beliau mengatakan ada tiga hal, yang pertama beliau mengatakan bahwa mahasiswa STPK yang baru KKN ini tidak lulus semua karena mau pulang cepat-cepat kembali ke kampus, yang kedua beliau mengatakan  Paroki Tajah-Lereh tetap terbuka bagi mahasiswa-mahasiswi STPK yang mau KKN disana, karena medan yang lumayan cukup rumit ini bisa membantu  saya dalam pelayanan, dan yang terakhir beliau mengatakan bahwa herannya saya kelompok ini tidak mau KKN di paroki saya tetapi pada akhirnya mereka tak mau meninggalkan paroki saya, maka saya sangat salut untuk kelompok KKN ini sangat luar biasa.

Setelah selesai sambutan kami lanjut dengan acara bebas yaitu makan bersama di kampus. Akhir kata dari penulis “ko tra rugi kawan ko masuk STPK karena ko di panggil menjadi lascar Kristus”.

Kontributor:
Korry Susanti Youw

LAMPIRAN
Foto bersama dengan Pastor Paroki St.Clara Taja-Lereh